Posts

Membangun Istana di Awan

  Membangun Istana di Awan Raja iri pada kerajaan tetangga dan memerintahkan Abu Nawas membangun istana di awan. Persiapan: Abu Nawas membuat layang-layang raksasa dan mengikatkan beberapa anak kecil di atasnya yang sudah dilatih berteriak. Aksinya: Saat layang-layang terbang tinggi di awan, anak-anak itu berteriak dari atas: "Lempar semennya ke atas! Lempar batu batanya ke sini!" Jawaban Abu Nawas: Abu Nawas menyuruh Raja dan prajuritnya melempar bahan bangunan ke awan. Ketika Raja bilang itu mustahil, Abu Nawas menjawab, "Jika melempar bahannya saja tidak sanggup, bagaimana saya bisa membangunnya di atas sana?

Menentukan Ibu Kandung yang Sebenarnya

  Menentukan Ibu Kandung yang Sebenarnya Dua wanita memperebutkan seorang bayi dan sama-sama mengaku sebagai ibu kandungnya. Hakim kerajaan bingung dan meminta bantuan Abu Nawas. Trik Abu Nawas: Abu Nawas memerintahkan algojo untuk membelah bayi itu menjadi dua agar adil. Reaksi: Wanita pertama setuju dibelah. Wanita kedua menangis histeris dan memohon agar bayi itu diberikan saja kepada wanita pertama asalkan tetap hidup. Keputusan: Abu Nawas memutuskan wanita kedua adalah ibu kandungnya, karena tidak ada ibu sejati yang tega melihat anaknya dibunuh.

Sembunyi di Kolong Tempat Tidur Saat Maling Datang

  Sembunyi di Kolong Tempat Tidur Saat Maling Datang Suatu malam, rumah Abu Nawas kemasukan pencuri. Bukannya mengusir, Abu Nawas justru bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Kejadian: Pencuri itu kebingungan karena rumah Abu Nawas kosong melompong tak ada barang berharga. Saat mengintip ke kolong, pencuri kaget melihat Abu Nawas. Pertanyaan Pencuri: "Kenapa kau sembunyi di situ?" Jawaban Abu Nawas: "Aku malu padamu. Rumahku sangat miskin dan tidak punya barang berharga apa pun untuk kau curi."

Menangkap Angin dan Memasukkannya ke Botol

  Menangkap Angin dan Memasukkannya ke Botol Raja mengidap penyakit masuk angin dan memberi tugas mustahil: menangkap angin dan memasukkannya ke dalam botol . Solusinya: Abu Nawas membawa botol tersumbat rapat ke istana. Saat Dibuka: Ketika Raja membuka sumbatnya, keluar bau busuk yang sangat menyengat. Protes Raja: "Bau apa ini, Abu Nawas?!" Jawaban: "Itu angin buang angin (kentut), Baginda. Bukankah kentut adalah angin yang berhasil ditangkap?

Enam Lembu Berjenggot yang Bicaranya Beda-Beda

  Enam Lembu Berjenggot yang Bicaranya Beda-Beda Raja Harun menguji Abu Nawas untuk membawa enam ekor lembu berjenggot yang pandai berbicara dalam waktu seminggu. Trik Abu Nawas: Abu Nawas mengumpulkan enam orang pemuda di jalan dan menanyakan hari apa sekarang. Masing-masing pemuda memberikan jawaban yang berbeda-beda. Di Hadapan Raja: Abu Nawas membawa enam pemuda itu. Ketika Raja bertanya, jawaban mereka tetap berbeda-beda dan saling berdebat. Abu Nawas berkata, "Inilah lembu berjenggot itu Baginda. Mengetahui hari saja mereka tidak tahu, apakah mereka ini manusia atau lembu?

Mencari Neraka di Siang Hari

  Mencari Neraka di Siang Hari Pada siang bolong yang terik, Abu Nawas berjalan-jalan di tengah pasar Baghdad membawa lampu minyak yang menyala. Warga Bingung: Warga mengira Abu Nawas sudah gila. Penyebabnya: Saat ditanya Raja, Abu Nawas menjawab bahwa ia sedang menggunakan lampu untuk mencari di mana neraka. Sindirannya: Abu Nawas menyindir orang-orang yang sangat mudah menunjuk dan memastikan orang lain bakal masuk neraka, seolah-olah mereka tahu pasti letak neraka berada.

Menghancurkan Istana Menggunakan Lalat

  Menghancurkan Istana Menggunakan Lalat Rumah Abu Nawas pernah dibongkar oleh prajurit atas perintah Raja karena alasan mimpi ada harta karun. Karena tak diberi ganti rugi, Abu Nawas datang ke istana membawa tongkat dan meminta izin memukul lalat. Eksekusinya: Raja memberi izin tertulis bahwa Abu Nawas boleh mengejar dan memukul lalat di mana saja. Kekacauan: Abu Nawas langsung mengejar lalat yang hinggap di vas kaca, guci mahal, hingga meja kerja Raja, lalu memukulnya menggunakan tongkat besi hingga barang-barang istana hancur berkeping-keping. Raja tak bisa marah karena ia sendiri yang memberi izin.