100 SOAL BENAR SALAH MATERI IMAN KEPADA KITA-KITAB ALLOH
Bagian A: Konsep Dasar, Definisi, dan Perbedaan Kitab vs Suhuf (Soal 1–20)
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan rukun iman yang ke-3. (B / S)
Secara bahasa, kata "kitab" berasal dari kata kataba yang artinya tulisan atau yang ditulis. (B / S)
Belajar dan mengimani kitab Allah SWT hukumnya adalah Fardhu Kifayah bagi setiap muslim. (B / S)
Lembaran-lembaran wahyu Allah SWT yang belum dibukukan secara utuh disebut Suhuf. (B / S)
Isi kandungan Kitab lebih lengkap dan sistematis dibandingkan dengan isi kandungan Suhuf. (B / S)
Rasul yang menerima kitab wajib menyampaikan ilmunya kepada umatnya. (B / S)
Jumlah suhuf yang diturunkan Allah SWT menurut riwayat hadis seluruhnya berjumlah 10 suhuf. (B / S)
Nabi Syits a.s. merupakan nabi yang menerima suhuf paling banyak, yaitu sebanyak 50 suhuf. (B / S)
Nabi Ibrahim a.s. menerima wahyu Allah SWT dalam bentuk Kitab, bukan Suhuf. (B / S)
Nabi Musa a.s. selain menerima Kitab Taurat, beliau juga menerima 10 Suhuf. (B / S)
Mengimani kitab terdahulu berarti kita wajib mengamalkan seluruh syariat hukumnya saat ini. (B / S)
Salah satu perbedaan kitab dan suhuf adalah masa berlaku ajaran kitab yang relatif lebih panjang. (B / S)
Beriman kepada kitab Allah SWT dapat membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (B / S)
Suhuf Nabi Idris a.s. berjumlah 30 suhuf. (B / S)
Meyakini keberadaan kitab-kitab sebelum Al-Qur'an tertera langsung dalam Al-Qur'an. (B / S)
Al-Qur'an diturunkan untuk membatalkan dan menyalahkan seluruh isi kandungan kitab-kitab terdahulu. (B / S)
Pengertian Muhaimin pada Al-Qur'an artinya Al-Qur'an berfungsi sebagai penyempurna kitab terdahulu. (B / S)
Mengakui bahwa kitab terdahulu bersumber dari Allah SWT adalah bagian dari keimanan seorang muslim. (B / S)
Istilah Shahifah merupakan bentuk tunggal dari kata Suhuf. (B / S)
Semua rasul yang menerima Suhuf pasti diangkat menjadi rasul penutup. (B / S)
Bagian B: Kitab Taurat (Soal 21–40)
Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. (B / S)
Umat penerima Kitab Taurat adalah kaum Bani Israil. (B / S)
Bahasa asli yang digunakan dalam Kitab Taurat adalah bahasa Arab. (B / S)
Kitab Taurat diturunkan sekitar abad ke-12 Sebelum Masehi (SM). (B / S)
Tempat diterimanya wahyu Taurat oleh Nabi Musa a.s. adalah di Bukit Sinai. (B / S)
Pokok ajaran terkenal dalam Kitab Taurat disebut The Ten Commandments (10 Perintah Tuhan). (B / S)
Perintah mensucikan hari Sabtu (Sabat) terdapat di dalam Kitab Taurat. (B / S)
Kitab Taurat memperbolehkan umatnya untuk membuat dan menyembah patung berhala. (B / S)
Larangan membunuh dan mencuri merupakan bagian dari sepuluh perintah dalam Kitab Taurat. (B / S)
Nabi Musa a.s. berpuasa dan beribadah selama 40 malam di Bukit Sinai sebelum menerima wahyu Taurat. (B / S)
Kata Taurat atau Thorah dalam bahasa Ibrani memiliki arti syariat atau petunjuk. (B / S)
Di dalam Kitab Taurat tidak memuat kabar tentang akan hadirnya Nabi Muhammad SAW. (B / S)
Surah Al-Ma'idah ayat 44 menjelaskan bahwa dalam Kitab Taurat terdapat petunjuk dan cahaya. (B / S)
Taurat diturunkan saat kaum Bani Israil berada dalam kekuasaan Raja Namrud. (B / S)
Perintah menghormati kedua orang tua tertera dalam pokok isi Kitab Taurat. (B / S)
Hukum-hukum yang terkandung dalam Kitab Taurat tergolong sangat tegas dan keras. (B / S)
Larangan mengucapkan nama Allah SWT dengan sia-sia adalah salah satu larangan dalam Taurat. (B / S)
Nabi Harun a.s. adalah rasul utama yang menerima Kitab Taurat secara langsung dari Malaikat Jibril di Bukit Sinai. (B / S)
Kitab Taurat berlaku untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman. (B / S)
Dalam Al-Qur'an, Surah Al-Isra' ayat 2 menegaskan pemberian Kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. (B / S)
Bagian C: Kitab Zabur (Soal 41–60)
Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. (B / S)
Kitab Zabur diturunkan untuk kaum Bani Israil. (B / S)
Kitab Zabur diturunkan sekitar abad ke-10 Sebelum Masehi (SM). (B / S)
Bahasa yang digunakan dalam Kitab Zabur adalah bahasa Qibti. (B / S)
Kitab Zabur diturunkan di daerah Makkah. (B / S)
Kata Zabur memiliki arti tulisan atau nyanyian puji-pujian. (B / S)
Dalam tradisi Ibrani, Kitab Zabur dikenal juga dengan sebutan Mazmur. (B / S)
Kitab Zabur memuat banyak hukum syariat dan hukum pidana baru yang menghapus Taurat. (B / S)
Salah satu isi pokok Kitab Zabur adalah nyanyian puji-pujian kepada keagungan Allah SWT. (B / S)
Doa, zikir, dan nasihat hikmah dominan terdapat di dalam Kitab Zabur. (B / S)
Nabi Daud a.s. memiliki suara yang sangat merdu saat membacakan Kitab Zabur. (B / S)
Gunung-gunung dan burung-burung ikut bertasbih ketika Nabi Daud a.s. membaca Zabur. (B / S)
Dalil tentang pemberian Kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s. tertera dalam Surah An-Nisa' ayat 163. (B / S)
Surah Al-Anbiya' ayat 105 menyebutkan bahwa dalam Zabur tertulis bumi akan diwarisi hamba yang saleh. (B / S)
Kitab Zabur mengajarkan umatnya untuk bersikap sombong dan membanggakan harta. (B / S)
Ratapan penyesalan atas dosa-dosa pribadi termasuk dalam bagian ayat-ayat Mazmur/Zabur. (B / S)
Nabi Daud a.s. tetap menggunakan syariat Kitab Taurat dalam menjalankan hukum agama. (B / S)
Kitab Zabur diturunkan sebelum keberadaan Kitab Taurat. (B / S)
Kota Yerusalem menjadi tempat utama diturunkannya Kitab Zabur. (B / S)
Umat Islam wajib menjalankan ibadah harian sesuai dengan panduan Kitab Zabur. (B / S)
Bagian D: Kitab Injil (Soal 61–80)
Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s. (B / S)
Bahasa asli Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. adalah bahasa Suryani. (B / S)
Kitab Injil diturunkan pada abad ke-1 Masehi. (B / S)
Kata Injil berasal dari bahasa Yunani Euangelion yang berarti kabar gembira. (B / S)
Umat penerima Kitab Injil pada awalnya adalah kaum Bani Israil. (B / S)
Tempat diturunkannya Kitab Injil berada di kawasan Yerusalem (Palestina). (B / S)
Kitab Injil menghapus seluruh ajaran tauhid yang ada dalam Kitab Taurat. (B / S)
Salah satu ajaran utama Kitab Injil adalah pembersihan jiwa, kasih sayang, dan hidup zuhud. (B / S)
Kitab Injil menghalalkan beberapa hal yang sebelumnya diharamkan dalam Taurat bagi Bani Israil. (B / S)
Di dalam Injil murni terdapat kabar gembira akan datangnya rasul bernama Ahmad (Nabi Muhammad SAW). (B / S)
Surah As-Saff ayat 6 menceritakan perkataan Nabi Isa a.s. tentang kabar gembira kenabian Ahmad. (B / S)
Nabi Isa a.s. mengajarkan agar manusia menyembah dirinya sebagai Tuhan. (B / S)
Surah Al-Ma'idah ayat 46 menyebutkan bahwa Injil memuat petunjuk dan cahaya. (B / S)
Kitab Injil diturunkan untuk melunakkan hati Bani Israil yang keras saat itu. (B / S)
Ajaran asketis atau menjauhi materialisme duniawi ditekankan dalam Kitab Injil. (B / S)
Kitab Injil yang ada saat ini (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) adalah naskah asli yang ditulis langsung oleh Nabi Isa a.s. (B / S)
Nabi Isa a.s. diutus untuk seluruh bangsa di dunia tanpa terkecuali sejak awal kenabiannya. (B / S)
Menilai Injil sebagai wahyu Allah SWT yang pernah diturunkan adalah kewajiban iman. (B / S)
Injil diturunkan setelah keberadaan Kitab Zabur dan Taurat. (B / S)
Umat Islam diperbolehkan mengamalkan hukum syariat Injil jika Al-Qur'an dianggap terlalu sulit. (B / S)
Bagian E: Kitab Al-Qur'an dan Sikap Pengalaman (Soal 81–100)
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (B / S)
Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dalam satu malam sebanyak 30 juz. (B / S)
Masa turunnya Al-Qur'an terjadi selama ± 22 tahun 2 bulan 22 hari. (B / S)
Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab. (B / S)
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-Fatihah ayat 1-7. (B / S)
Tempat penerimaan wahyu Al-Qur'an pertama kali adalah di Gua Hira. (B / S)
Al-Qur'an berlaku khusus hanya untuk bangsa Arab saja. (B / S)
Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. (B / S)
Keaslian Al-Qur'an dijamin langsung oleh Allah SWT hingga akhir zaman. (B / S)
Surah Al-Hijr ayat 9 menegaskan bahwa Allah SWT yang menurunkan dan memelihara Al-Qur'an. (B / S)
Ayat Al-Qur'an yang diturunkan sebelum hijrah ke Madinah disebut ayat Makkiyah. (B / S)
Membaca Al-Qur'an bernilai ibadah dan mendatangkan pahala bagi yang membacanya. (B / S)
Pokok isi Al-Qur'an meliputi Akidah, Ibadah, Akhlak, Muamalah, Hukum, Tarikh, dan Sains. (B / S)
Kitab Al-Qur'an berfungsi sebagai As-Syifa yang artinya obat atau penawar bagi jiwa. (B / S)
Nama lain Al-Qur'an yaitu Al-Furqan yang artinya Pembeda antara yang haq dan yang batil. (B / S)
Al-Qur'an membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab suci terdahulu. (B / S)
Mengamalkan isi Al-Qur'an hukumnya adalah sunnah muakkadah. (B / S)
Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu Al-Qur'an adalah Malaikat Mikail. (B / S)
Surah Al-Baqarah ayat 2 menyatakan bahwa Al-Qur'an tidak ada keraguan di dalamnya. (B / S)
Dengan diturunkannya Al-Qur'an, maka syariat kitab-kitab terdahulu resmi tidak berlaku lagi bagi umat manusia. (B / S)
Comments
Post a Comment