IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLOH
IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLOH
Iman
kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan rukun iman ke-3 yang wajib diyakini oleh
setiap muslim, yaitu membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan
diamalkan dengan perbuatan bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya
kepada para rasul sebagai pedoman hidup manusia.
Konsep Dasar Pembelajaran: Kitab vs
Suhuf
Sebelum mengulas tiap kitab, peserta
didik perlu memahami perbedaan antara Kitab dan Suhuf:
- Kitab:
Wahyu Allah SWT yang dibukukan dan memiliki isi ajaran yang lengkap,
ditujukan kepada rasul untuk disampaikan kepada umatnya.
- Suhuf:
Lembaran-lembaran wahyu Allah SWT yang terpisah dan belum dibukukan,
biasanya berisi puji-pujian, nasihat, atau hukum sederhana
Tabel Ringkasan Kitab-Kitab Allah
SWT
|
Nama Kitab |
Rasul Penerima |
Nama Umat |
Tempat Diturunkan |
Waktu Diturunkan |
Bahasa |
|
Taurat |
Nabi Musa a.s. |
Bani Israil |
Bukit Sinai (Yerusalem/Mesir) |
Abad ke-12 SM |
Ibrani |
|
Zabur |
Nabi Daud a.s. |
Bani Israil |
Yerusalem (Palestina) |
Abad ke-10 SM |
Qibti (Coptic/Aram) |
|
Injil |
Nabi Isa a.s. |
Bani Israil |
Yerusalem (Palestina) |
Abad ke-1 Masehi |
Suryani (Aramaic) |
|
Al-Qur'an |
Nabi Muhammad SAW |
Seluruh Umat Manusia |
Gua Hira & Madinah |
Abad ke-7 M (610-632 M) |
Arab |
Rincian Pokok Isi & Keterangan
Tambahan Setiap Kitab
1. Kitab Taurat (abad 12 SM)
Kitab Taurat adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. pada sekitar abad
ke-12 SM di kawasan Bukit Sinai (Semenanjung Sinai/Mesir) untuk disampaikan
kepada kaum Bani Israil.
Kata Taurat
berasal dari bahasa Ibrani (Thorah)
yang berarti "syariat", "petunjuk", atau
"ajaran". Kitab ini diturunkan sebagai pedoman hidup bagi Bani Israil
yang saat itu baru lepas dari perbudakan dan kezaliman Firaun.
Aspek Utama
Kitab Taurat
·
Rasul Penerima: Nabi Musa a.s.
·
Umat Penerima: Bani Israil
·
Bahasa: Ibrani
·
Waktu Diturunkan: Abad ke-12 SM
·
Tempat Diturunkan: Bukit Sinai (Thur Sina)
Pokok Isi
Kandungan Kitab Taurat
Isi utama Kitab Taurat memuat hukum-hukum syariat dan
ketetapan yang tegas. Bagian yang paling terkenal dalam Taurat adalah 10 Perintah Tuhan (The Ten Commandments), yang
memuat prinsip dasar akidah dan akhlak:
1.
Mengajarkan
Tauhid: Perintah untuk menyembah dan mengesakan Allah SWT (larangan
mempersekutukan-Nya).
2.
Larangan
Menyembah Patung/Berhala: Larangan membuat dan menyembah patung atau
gambaran apa pun sebagai tuhan.
3.
Larangan
Menyebut Nama Allah SWT dengan Sia-sia: Larangan bersumpah palsu atau
mempermainkan nama Allah.
4.
Perintah
Mensucikan Hari Sabtu (Sabat): Kewajiban mengkhususkan hari Sabtu untuk
beribadah dan beristirahat dari urusan duniawi.
5.
Perintah
Menghormati Kedua Orang Tua: Berbakti kepada ibu dan ayah.
6.
Larangan
Membunuh: Larangan menghabisi nyawa sesama manusia tanpa hak.
7.
Larangan
Berzina: Perintah menjaga kesucian diri dan kehormatan rumah tangga.
8.
Larangan
Mencuri: Larangan mengambil hak atau barang milik orang lain secara ilegal.
9.
Larangan
Bersaksi Palsu: Larangan memberikan kesaksian bohong yang merugikan orang
lain.
10. Larangan Menginginkan Hak Orang
Lain: Larangan memiliki rasa iri, dengki, dan berniat mengambil harta atau
milik tetangga/sesama.
Dalil
Tentang Kitab Taurat dalam Al-Qur'an
Keberadaan dan fungsi Kitab Taurat ditegaskan secara
rinci dalam Al-Qur'an, antara lain:
1. Surah
Al-Ma'idah ayat 44
![]()
Artinya: "Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya
(ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)..."
2. Surah
Al-Isra' ayat 2
![]()
Artinya: "Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami
jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), 'Janganlah kamu mengambil
pelindung selain Aku.'"
Keterangan
Tambahan & Keistimewaan
·
Proses Penerimaan: Nabi Musa a.s. menerima wahyu
Taurat setelah menjalankan ibadah dan berpuasa selama 40 malam di Bukit Sinai.
·
Karakteristik Hukum: Hukum-hukum dalam Taurat dikenal
sangat tegas dan rinci. Hal ini disesuaikan dengan karakter kaum Bani Israil pada
masa itu yang cenderung keras kepala dan mudah membangkang.
·
Kabar Tentang Nabi Terakhir: Di dalam Taurat yang
asli, Allah SWT juga menyertakan kabar gembira mengenai akan datangnya seorang
rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW (QS. Al-A'raf: 157).
·
Sikap Pengamalan Muslim: Kita wajib meyakini bahwa
Taurat adalah kitab suci yang benar-benar diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi
Musa a.s. Namun, syariatnya tidak berlaku lagi bagi umat Islam karena telah
disempurnakan oleh Al-Qur'an.
2. Kitab Zabur (abad 10 SM)
Kitab Zabur adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. pada sekitar abad
ke-10 SM di daerah Yerusalem (Palestina) untuk disampaikan kepada kaum Bani Israil.
Kata Zabur
berasal dari bahasa Arab (Zabara-Yazburu-Zabr)
yang berarti "menulis" atau "tulisan". Dalam bahasa Ibrani/Aram,
Zabur dikenal dengan sebutan Mazmur
atau Psalms, yang berarti
nyanyian atau puji-pujian.
Aspek Utama
Kitab Zabur
·
Rasul Penerima: Nabi Daud a.s.
·
Umat Penerima: Bani Israil
·
Bahasa: Qibti (Coptic/Aram)
·
Waktu Diturunkan: Abad ke-10 SM
·
Tempat Diturunkan: Yerusalem (Palestina)
Pokok Isi
Kandungan Kitab Zabur
Berbeda dengan Taurat dan Al-Qur'an, Kitab Zabur tidak memuat syariat atau hukum-hukum
baru. Nabi Daud a.s. dan kaumnya tetap menjalankan hukum syariat yang ada
dalam Kitab Taurat.
Isi utama Kitab Zabur terbagi menjadi 5 pokok ajaran:
1.
Puji-pujian
kepada Allah SWT: Kalimat pengagungan atas kebesaran, keagungan, dan
kekuasaan Allah SWT.
2.
Zikir
dan Doa: Ungkapan rasa syukur, permohonan ampun (taubat), serta doa
perlindungan dari marabahaya.
3.
Nasihat
dan Hikmah: Petunjuk untuk menata hati, kebersihan jiwa, serta ajaran hidup
sederhana dan bijaksana.
4.
Ratapan
Perorangan dan Dosa: Ungkapan penyesalan atas kesilapan diri serta
permohonan kasih sayang Allah SWT.
5.
Seruan
Moral: Imbauan untuk menjauhi sifat sombong, kejam, dan serakah, serta
perintah memperbanyak amal kebajikan.
Dalil
Tentang Kitab Zabur dalam Al-Qur'an
Keberadaan Kitab Zabur dan dituturkannya kepada Nabi
Daud a.s. secara eksplisit ditegaskan dalam Al-Qur'an:
1. Surah
An-Nisa' ayat 163
![]()
Artinya: "...dan Kami telah berikan Kitab Zabur kepada Nabi
Daud."
2. Surah
Al-Anbiya' ayat 105
![]()
Artinya: "Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah
(diberitahukan dalam) Az-Zikr (Taurat), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh
hamba-hamba-Ku yang saleh."
Keterangan
Tambahan & Keistimewaan Nabi Daud a.s.
·
Suara yang Merdu: Ketika Nabi Daud a.s. membaca
ayat-ayat Zabur dengan suaranya yang sangat merdu, gunung-gunung dan
burung-burung ikut bertasbih bersama beliau (QS. Saba': 10).
·
Posisi Syariat: Kitab Zabur menjadi bukti kontinuitas
wahyu Allah SWT yang melengkapi kehalusan jiwa umat Bani Israil setelah
sebelumnya dibekali dengan hukum-hukum ketat dalam Kitab Taurat.
·
Sikap Pengamalan Muslim: Sebagai umat Islam, kita
wajib meyakini keberadaan dan kebenaran Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi
Daud a.s. Namun untuk pedoman syariat dan amalan sehari-hari, kita bertolak pada
Al-Qur'an sebagai kitab penyempurna seluruh wahyu terdahulu.
3. Kitab Injil (abad 1 M)
Kitab Injil adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. pada sekitar abad
ke-1 Masehi di kawasan Yerusalem (Palestina) untuk disampaikan kepada kaum Bani Israil.
Kata Injil
berasal dari bahasa Yunani (Euangelion)
yang berarti "kabar selamat", "kabar gembira", atau
"berita baik". Kitab ini diturunkan untuk meluruskan penyimpangan
akidah, melembutkan hati kaum Bani Israil yang keras, serta memperbarui
sebagian hukum dalam Kitab Taurat.
Aspek Utama
Kitab Injil
·
Rasul Penerima: Nabi Isa a.s.
·
Umat Penerima: Bani Israil
·
Bahasa: Suryani (Aramaic)
·
Waktu Diturunkan: Abad ke-1 Masehi
·
Tempat Diturunkan: Yerusalem (Palestina)
Pokok Isi
Kandungan Kitab Injil
Isi utama Kitab Injil berfokus pada pembenahan akidah,
penataan moral, dan sikap hidup spiritual. Pokok-pokok isinya meliputi:
1.
Seruan
Tauhid Murni: Perintah untuk menyembah dan mengesakan Allah SWT serta tidak
mempersekutukan-Nya.
2.
Pembersihan
Jiwa dan Pembaruan Akhlak: Pengajaran tentang kasih sayang sesama manusia,
kejujuran, kerendahan hati, keikhlasan, dan sifat pemaaf.
3.
Penyelarasan
Hukum Taurat: Membenarkan ajaran Taurat sekaligus menghapuskan/menghalalkan
beberapa hukum syariat Taurat yang sebelumnya memberatkan Bani Israil.
4.
Kehidupan
Asketis (Zuhud): Ajaran untuk tidak terlalu terikat pada kenikmatan duniawi
dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat.
5.
Kabar
Gembira Kedatangan Nabi Terakhir: Memuat berita akan hadirnya seorang rasul
setelah Nabi Isa a.s., yaitu Nabi Muhammad SAW (dengan nama Ahmad).
Dalil
Tentang Kitab Injil dalam Al-Qur'an
Keberadaan dan fungsi Kitab Injil dijelaskan dalam
Al-Qur'an, di antaranya:
1. Surah
Al-Ma'idah ayat 46
![]()
Artinya: "Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra
Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah
memberikan kepadanya Kitab Injil; di dalamnya ada petunjuk dan cahaya (yang
menerangi)..."
2. Surah
As-Saff ayat 6

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, 'Wahai
Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa
yang sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul
yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)...'"
Keterangan
Tambahan & Keistimewaan
·
Pelengkap Kitab Taurat: Injil tidak menghapus seluruh
isi Taurat, melainkan melengkapi dan memperhalus ajaran Taurat yang terkesan
sangat kaku dan keras pada masa itu.
·
Karakteristik Ajaran: Jika Taurat lebih dominan
mengatur aspek hukum dan syariat formal, Injil lebih berfokus pada ketulusan
niat, kesucian hati, dan hubungan kasih antarmanusia.
·
Sikap Pengamalan Muslim: Wajib hukumnya bagi setiap
muslim untuk meyakini bahwa Injil adalah kitab suci dari Allah SWT yang
diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Namun, syariatnya tidak lagi diamalkan oleh
umat Islam karena Al-Qur'an hadir sebagai kitab penutup dan penyempurna seluruh
kitab sebelumnya.
4. Kitab Al-Qur'an (abad 7 M)
Kitab Al-Qur'an adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup
seluruh rangkaian kitab suci. Al-Qur'an berfungsi sebagai mukjizat terbesar,
pedoman hidup utama, serta penyempurna (Muhaimin) bagi kitab-kitab terdahulu.
secara bahasa, kata Al-Qur'an berasal dari kata Qara'a-Yaqra'u-Qur'anan yang artinya
"bacaan" atau "yang dibaca berulang-ulang". Secara istilah,
Al-Qur'an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
melalui malaikat Jibril a.s., tertulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir,
dan membacanya bernilai ibadah.
·
Rasul Penerima: Nabi Muhammad SAW
·
Umat Penerima: Seluruh Umat Manusia hingga Akhir Zaman
·
Bahasa: Arab
·
Waktu Diturunkan: Abad ke-7 Masehi (610–632 M / 22
tahun 2 bulan 22 hari)
·
Tempat Diturunkan: Makkah (Ayat Makkiyah) dan Madinah
(Ayat Madaniyah)
Pokok Isi
Kandungan Al-Qur'an
Al-Qur'an memuat ajaran universal yang mencakup seluruh
dimensi kehidupan manusia:
1.
Akidah:
Keyakinan murni tentang tauhid, keesaan Allah SWT, malaikat, hari akhir, dan
takdir.
2.
Ibadah:
Aturan tata cara berbakti dan menyembah Allah SWT (seperti shalat, zakat,
puasa, dan haji).
3.
Muamalah:
Tata aturan hubungan sosial antarmanusia, perdagangan, pernikahan, dan waris.
4.
Akhlak:
Panduan moralitas, budi pekerti mulia (akhlakul karimah), dan etika bermasyarakat.
5.
Hukum
(Syariat): Aturan perundang-undangan, hukum pidana, perdata, dan keadilan
sosial.
6.
Tarikh
(Kisah-kisah Masa Lalu): Sejarah para nabi, rasul, dan kaum terdahulu
sebagai ikhtibar (pelajaran moral).
7.
Isyarat
Sains: Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan alam, astronomi, embriologi, dan
alam semesta.
Dalil
Tentang Kitab Al-Qur'an
Keberadaan dan keistimewaan Al-Qur'an ditegaskan
langsung oleh Allah SWT:
1. Surah
Al-Baqarah ayat 2
![]()
Artinya: "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk
bagi mereka yang bertakwa."
2. Surah
Al-Hijr ayat 9
![]()
Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti
Kami (pula) yang memeliharanya."
Keistimewaan
Al-Qur'an Dibanding Kitab Lain
·
Keaslian Terjamin: Dijaga langsung oleh Allah SWT dari
pergeseran, penambahan, atau pengurangan hingga hari kiamat.
·
Masa Berlaku Abadi: Berbeda dengan kitab terdahulu
yang terbatas untuk masa dan suku tertentu, Al-Qur'an berlaku universal untuk
seluruh alam (Rahmatan lil
'Alamin).
·
Bernilai Ibadah: Setiap huruf yang dibaca dari
Al-Qur'an mendatangkan sepuluh kebaikan, baik pembaca memahami artinya maupun
tidak.
·
Menyempurnakan Kitab Sebelumnya: Menghapus syariat
kitab-kitab lama yang tidak lagi relevan dan membenarkan inti ajaran tauhid
terdahulu.
SUHUF
Suhuf secara bahasa merupakan bentuk jamak dari kata Shahifah
(صحيفة), yang artinya lembaran-lembaran kertas atau media tulis.
Secara istilah, Suhuf adalah
wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi atau rasul berupa
lembaran-lembaran yang belum dibukukan menjadi sebuah kitab utuh.
Perbedaan Utama: Kitab vs Suhuf
|
Pembeda |
Kitab |
Suhuf |
|
Bentuk |
Sudah dibukukan secara utuh dan
sistematis |
Masih berupa lembaran-lembaran
terpisah |
|
Kelengkapan Isi |
Memuat ajaran hukum, akidah, dan
muamalah secara lengkap |
Berisi nasihat, puji-pujian, dan
hukum yang sederhana |
|
Kewajiban Menyampaikan |
Wajib disampaikan dan diajarkan
kepada umat |
Ada yang wajib disampaikan, ada
yang khusus untuk nabi itu sendiri |
|
Masa Berlaku |
Berlaku untuk jangka waktu
panjang/sepanjang zaman |
Berlaku khusus pada masa nabi
penerimanya |
Nabi dan Rasul Penerima Suhuf
Berdasarkan hadis riwayat Ibnu
Hibban dari Abu Dzar Al-Ghifari r.a., Allah SWT menurunkan 100 suhuf
(dan 4 kitab) kepada para nabi. Rincian penerimanya adalah sebagai berikut:
- Nabi Syits a.s.:
Menerima 50 Suhuf (paling banyak menerima suhuf).
- Nabi Idris a.s.:
Menerima 30 Suhuf.
- Nabi Ibrahim a.s.:
Menerima 10 Suhuf.
- Nabi Musa a.s.:
Menerima 10 Suhuf (sebelum beliau menerima Kitab Taurat).
Pokok Isi Kandungan Suhuf
Secara umum, isi kandungan suhuf
tidak sekompleks kitab. Pokok-pokok isinya meliputi:
- Pujian dan Pengagungan: Doa-doa dan kalimat zikir mengagungkan kebesaran
Allah SWT.
- Nasihat Akhlak dan Hikmah: Panduan hidup bijak, kebersihan jiwa, serta
peringatan dari godaan duniaWI.
- Pelajaran Hukum Sederhana: Petunjuk dasar tata cara beribadah dan bermasyarakat
yang relevan pada zaman nabi tersebut.
Dalil tentang Suhuf dalam Al-Qur'an
Keberadaan suhuf secara eksplisit
disebutkan dalam Al-Qur'an, di antaranya:
1. Surah Al-A'la ayat 18–19
![]()
Artinya: "Sesungguhnya ini
terdapat dalam kitab-kitab/lembaran-lembaran yang dahulu, (yaitu) suhuf-suhuf
(yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa."
2. Surah An-Najm ayat 36–37
![]()
Artinya: "Ataukah belum
diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Suhuf) Musa? Dan
lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?"
Sikap Pengalaman Seorang Muslim
Terhadap Suhuf
- Meyakini Kebenarannya:
Wajib mengimani bahwa Allah SWT pernah menurunkan suhuf kepada para nabi
terdahulu sebagai petunjuk bagi kaumnya.
- Mengambil Hikmah:
Pelajaran moral dan nasihat kebaikan dalam suhuf tetap relevan sebagai penataan
akhlak.
- Menjadikan Al-Qur'an Pedoman Utama: Karena suhuf-suhuf tersebut sudah tidak utuh/asli
lagi keberadaannya saat ini, maka seluruh ajaran suhuf dan kitab terdahulu
telah disempurnakan di dalam Al-Qur'an.
Comments
Post a Comment