KISAH MENARIK 4 SAHABAT ROSUL
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq: Melindungi Nabi dari Patukan Ular
Saat bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran kafir Quraisy, Abu Bakar masuk terlebih dahulu untuk memastikan gua itu aman. Beliau menutup lubang-lubang kecil di dinding gua menggunakan kain bajunya yang disobek.
Namun, masih tersisa satu lubang. Karena kainnya sudah habis, Abu Bakar menyumbat lubang itu dengan tumit kakinya. Ketika Rasulullah tertidur lelap di pangkuannya, seekor ular dari dalam lubang mematuk tumit Abu Bakar. Meskipun menahan sakit yang sangat luar biasa, Abu Bakar diam tak bergerak sedikit pun dan tidak menjerit karena takut membangunkan Rasulullah SAW. Meneteslah air matanya mengenai pipi Nabi, lalu Nabi terbangun dan mengobati kaki Abu Bakar.
2. Umar bin Khattab: Menangis Karena Rumah Sederhana Nabi
Umar dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dan berani. Suatu hari, beliau berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Saat masuk, Umar melihat Nabi sedang berbaring di atas tikar pelepah kurma yang kasar hingga membekas di kulit tubuh beliau. Di dalam ruangan itu, hanya ada sedikit gandum dan tempat air dari kulit.
Melihat kondisi tersebut, Umar tak sanggup menahan air matanya dan menangis. Nabi bertanya, "Apa yang membuatmu menangis, wahai Umar?" Umar menjawab bahwa raja-raja Romawi dan Persia hidup bergelimang kemewahan, padahal mereka tidak beriman. Sementara Rasulullah—utusan Allah—hidup sangat sederhana. Rasulullah lalu tersenyum dan mengingatkan Umar bahwa kemewahan sejati adalah kenikmatan di akhirat kelak.
3. Utsman bin Affan: Menolak Tawaran Tawaf Tanpa Nabi
Saat perjanjian Hudaibiyyah, Utsman diutus oleh Rasulullah untuk bernegosiasi dengan kaum kafir Quraisy di Mekkah. Melihat kedatangan Utsman, kaum Quraisy menyambutnya dan memberikan kebebasan kepadanya jika ingin melakukan tawaf di Ka'bah terlebih dahulu.
Namun, Utsman menolak tawaran menggiurkan tersebut dengan tegas. Beliau berkata: "Aku tidak akan pernah melakukan tawaf di Ka'bah sebelum Rasulullah SAW yang melakukannya terlebih dahulu." Utsman memilih menahan kerinduannya pada Ka'bah demi menjaga kehormatan dan kesetiaan kepada Nabi.
4. Ali bin Abi Thalib: Mempertaruhkan Nyawa di Tempat Tidur Nabi
Pada malam peristiwa hijrah, rumah Nabi dikepung oleh para pemuda pilihan kafir Quraisy yang siap menghunuskan pedang untuk membunuh beliau saat keluar rumah.
Di saat kondisi sangat bahaya, Ali yang saat itu masih sangat muda bersedia menggantikan posisi Nabi di tempat tidur. Ali memakai jubah hijau milik Rasulullah dan berbaring di sana, berpura-pura menjadi Nabi untuk mengelabui para pengepung. Ali mempertaruhkan nyawanya tanpa rasa ragu sedikit pun agar Rasulullah SAW bisa lolos dan berhijrah ke Madinah dengan selamat.
Comments
Post a Comment